28 Maret 2009

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H


Peringatan Maulid kali ini berlangsung cukup sederhana. Tapi banyak rangkaiannya. Dari Lomba Adzan, Busana Muslim sampai lomba Menyanyikan Lagu Asmaul Husna. Dari semua kegiatan yang diadakan, tentu tetap mengacu pada hikmah yang terkandung dalam peringatan maulid ini. Bahwa pada dasarnya, sebagai umat Muslim, kita tetap harus berprilaku sesuai dengan ajaran agama dan sunnah Rasulullah.

Gema perayaan Maulid Nabi Muhammad saw berkumandang di mana-mana. Kerinduan akan getaran nilai-nilai Ilahiah semakin kental dalam kehidupan keseharian, tatkala kita sedang dalam cobaan kuat mendera. Hidup semakin sulit, nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong kian melonggar. Cobaan demi cobaan terus berdatangan di negeri ini. Tidak ada gantungan yang lebih kokoh kecuali mendekatkan diri kepada Allah. Lihatlah masjid, surau, majelis-majelis pengajian mulai dibanjiri dan dirindukan umat.



Perayaan Maulid Nabi, mempunyai tiga keuntungan. Pertama, dengan merayakan hari kelahiran Nabi, kita mengingat sirah Muhammad dilanjutkan dengan mengambil qudwah dan uswah hasanah (suri tauladan baik) darinya. Kedua, mengelimitasi dan menggarisbawahi hubungan erat dengan ahl al-bayt. Ketiga, mendorong persatuan di antara umat Islam sehingga mereka dapat bergandeng tangan dalam menghadap objek dakwahnya.

Begitu banyak pujian pernah dilontarkan dan pengakuan orang lain. Bahkan, para orientalis yang membaca sejarah Islam secara kritis, sangat kagum dan memberikan apresiasi terhadap Nabi Muhammad. Murtadha Mutahhari dalam bukunya Sekolah Ilahi, Akhlak Suci Nabi Yang Ummi, mengutip begitu banyak pendapat tentang Nabi, antara lain dari Costante Vergil Giorgio, "Sekalipun ia tidak berpendidikan, namun ayat-ayat permulaan yang diturunkan kepadanya menyebut-nyebut pena dan pengetahuan tentang tulisan, menulis, proses belajar dan mengajar.

Risalah-risalah yang disampaikan Nabi begitu relevan dengan kehidupan saat ini. Sabda beliau, "Catatlah perkataanku, simpan dan sampaikan kepada generasi mendatang. Sangat mungkin generasi mendatang memahami lebih baik makna kata-kataku daripada para pengikut yang sekarang duduk di sebelah mimbarku ini". Begitulah Nabi meninggalkan "mutiara kehidupan" kepada umatnya. Di tengah kekaguman orang lain terhadap Rasul, dan di tengah gegap gempita perayaan Maulid Nabi Muhammad, sebuah lagu yang dipopulerkan Bimbo, menghanyutkan kita dalam suasana yang religius. Rindu kami padamu ya Rasul. Rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul, seakan engkau di sini……

27 Maret 2009

Kisah Tauladan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah dan Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.